TUGAS MODUL 4 KB
4. SISTEM PEMINDAH TENAGA ALAT BERAT
NAMA : NASRIYAH, M.
Pd NO. PESERTA : 181 – 1663 – 427 – 10033
SEKOLAH : SMK NEGERI 3
BONTANG KALTIM
KELAS : B
DARING 2 PROFESIONAL
Tugas M4 KB 4 : Sistem
Pemindah Tenaga Alat Berat
Instructions
Kerjakan tugas-tugas berikut sesuai dengan
waktu yang ditentukan. Unggah hasilnya
dalam blog/web Saudara, tuliskan alamat URLnya disini.
Alamat URL
nya :
nasriyahsmkn3.blogspot.com
Attachments
(5.56 KB)
Tugas
1. Akses terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat
berat, gambarkan skema sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara
kerjanya !
2. Akses salah satu buku manual alat
berat, buat ringkasan perawatan dan pengujian yang harus dilakukan pada
komponen-komponen sistem pemindah dayanya !
Rubrik
Penilaian
Aspek
Bobot
Analisis
sistem powertrain alat berat 50%
Analisis perawatan dan
pengujian powertrain alat berat 50%
Tugas
1. Akses terhadap buku manual salah satu jenis dan merek alat berat,
gambarkan skema sistem pemindah dayanya secara urut beserta cara kerjanya!
2. Akses salah satu buku manual alat berat, buat ringkasan perawatan
dan pengujian yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah
dayanya!
Jawab
1. Bulldozer Komatzu D 31
Bulldozer adalah tractor beroda rantai.
Memiliki kemampuan traksi (tenaga
dorong) yang besar. Dapat digunakan untuk pekerjaan mendorong, menggusur,
meratakan, menarik (menyarad), dan dapat pula untuk menggali. Cukup efisien
untuk kondisi medan kerja yang kasar sekalipun seperti daerah yang berbukit,
berbatu, berhutan dan sebagainya. Mampu beroperasi pada tanah yang kering
sampai pada yang lembab. Jarak pemindahan yang
efektif adalah sampai 100 meter.
Gambar Skema Pemindah
Daya Pada Bulldozer Komatzu D 31
Keterangan :
1. Engine (mesin)
2. Damper {peredam)
3. Universal joint (sambungan universal)
4. Transmission steering pump (pompa pengendali transmisi).
5. Hydroshift transmission (transmisi yang menggunakan sistim hidrolis).
6. Transfer (hidrolis)
7. Steering brake (rem kemudi)
8. Steering clutch (kopling kemudi)
9. Final drive {penggerak akhir)
10. Sprocket {sproket)
11. Bevel gear (roda gigi kerucut)
12. Track shoe (roda kelabang)
2. Damper {peredam)
3. Universal joint (sambungan universal)
4. Transmission steering pump (pompa pengendali transmisi).
5. Hydroshift transmission (transmisi yang menggunakan sistim hidrolis).
6. Transfer (hidrolis)
7. Steering brake (rem kemudi)
8. Steering clutch (kopling kemudi)
9. Final drive {penggerak akhir)
10. Sprocket {sproket)
11. Bevel gear (roda gigi kerucut)
12. Track shoe (roda kelabang)
Prinsip kerja mesin tersebut adalah sebagai berikut :
Tenaga yang dihasilkan oleh diesel
engine diteruskan ke damper yang terpasang dan dibaut pada flywheel (roda
gila). Tenaga akan diteruskan oleh damper ke output shaft lewat universal joint
ke input shaft dari hydroshift transmission.
Pada hydroshift transmission putaran di reduksi untuk mendapatkan kecepatan dan daya yang berbeda-beda disamping arah gerak pada traktor. Selanjutnya tenaga tersebut diteruskan ke bevel gear setelah melalui pinion gear.Pada bevel gear ini putaran tegak lurus diubah menjadi putaran mendatar. Di kedua ujung shaft dari bevel gear terpasang steering clutch yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan tenaga putaran dari shaft bevel gear ke final drive yang bertujuan menghentikan putaran salah satu rantai track traktor, yang mengakibatkan traktor dapat berbelok.
Tenaga dari bevel shaft melalui inner drum dari steering clutch yang
terpasang
pada hub dari shaft bevel gear diteruskan ke outer drum dcngan terlebih
dahulu melalui disc dan plate dari steering clutch yang terpasang antara inner
& outer drum. Selanjutnya tenaga dari outer drum dengan terlebih dahulu melalui hub diteruskan ke pinion gear dari final drive. Pada final drive tenaga direduksi untuk memperkecil putaran dari Engine dan mengakibatkan daya yang lebih besar. Final drive shaft akan meneruskan tenaga ke roda gigi atau sprocket dan selanjutnya traktor bergerak pada trackshoe diatas tanah sesuai dengan tenaga, kecepatan dan arah yang kita inginkan. Untuk dapat mengatur arah, kecepatan, membelok dan berhenti dengan tidak mematikan mesin, kita dapat melakukan pengontrolan dari kursi operator, dengan menarik, mendorong dan menginjak lever (tuas·tuas) pedal dari alat-alat kontrol masing-masing sistem. Kontrol tadi akan menggerakkan komponen-komponen secara mekanis pada rem dan secara hidrolis pada steering dan hydroshift transmission. Untuk menggerakkan pompa hidrolis yang menghasilkan tekanan dan aliran dari oli hidorlis yaitu tenaga dari putaran mesin, dan pompa hidrolis tersebut terpasang di bagian depan dari hydroshift transmission case.
pada hub dari shaft bevel gear diteruskan ke outer drum dcngan terlebih
dahulu melalui disc dan plate dari steering clutch yang terpasang antara inner
& outer drum. Selanjutnya tenaga dari outer drum dengan terlebih dahulu melalui hub diteruskan ke pinion gear dari final drive. Pada final drive tenaga direduksi untuk memperkecil putaran dari Engine dan mengakibatkan daya yang lebih besar. Final drive shaft akan meneruskan tenaga ke roda gigi atau sprocket dan selanjutnya traktor bergerak pada trackshoe diatas tanah sesuai dengan tenaga, kecepatan dan arah yang kita inginkan. Untuk dapat mengatur arah, kecepatan, membelok dan berhenti dengan tidak mematikan mesin, kita dapat melakukan pengontrolan dari kursi operator, dengan menarik, mendorong dan menginjak lever (tuas·tuas) pedal dari alat-alat kontrol masing-masing sistem. Kontrol tadi akan menggerakkan komponen-komponen secara mekanis pada rem dan secara hidrolis pada steering dan hydroshift transmission. Untuk menggerakkan pompa hidrolis yang menghasilkan tekanan dan aliran dari oli hidorlis yaitu tenaga dari putaran mesin, dan pompa hidrolis tersebut terpasang di bagian depan dari hydroshift transmission case.
Secara garis besarnya aliran tenaga dari mesin ke powertrain pada
traktor adalah sebagai berikut:
|
Steering Clutch
|
|
Under Carriage (Track Shoe)
|
|
Sprocket
|
|
Bevel Gear
|
|
Transmision
|
|
Universal Joint
|
|
Damper
|
|
Engine
|
- Ringkasan perawatan dan pengujian
yang harus dilakukan pada komponen-komponen sistem pemindah daya.
Mesin pada alat berat sendiri
merupakan komponen penghasil tenaga sesuai dengan beban yang diterima alat
berat. Berbagai jenis mesn dipasangpada berbagai jenis alat berat. Mulai dari
mesin bertenaga 50 tenaga kuda hingga 1500 lebih tenaga kuda sering disematkan
produsen untuk alat berat. Mesin yang digunakan saat ini juga lebih condong ke
mesin diesel dengan teknologi yang lebih baru sehingga memberikan power lebih
dan tak boros bahan bakar.
Dalam sistem
penggerak alat berat, tenaga didapat dari mesin yang ditransmisikan ke komponen
lainnya. Berikut komponen – komponen utama sistem penggerak alat berat:
a. Transmisi salur -
tenaga planetari dalam mekanisme penyalur tenaga gerak
pada waktu alat berjalan ataupun merubah arah. Penggantian kopling digerakkan secara hidrolis.
pada waktu alat berjalan ataupun merubah arah. Penggantian kopling digerakkan secara hidrolis.
Gigi planet tersebut memungkinkan ganti kopling
tanpa memperlambat mesin ataupun berhenti.
b. Pembagi
momen/pembagi torsi memungkinkan 70% dari tenaga mesin pada roda - gila sampai
pada conventer torsi, sedang yang 30% langsung pada transmisi. Dengan
diperolehnya torsi yang relatif tinggi, maka didapat pula penggunaan yang
effisien terhadap tenaga.
c. Transmisi gerak -
langsung biasanya mempunyai 5 kecepatan untuk gaya tarik/drawbar. Gigi-gigi
transmisi ini haruslah dilumasi dengan oli khusus untuk transmisi.
d. Gigi reduksi gerak
akhir dilumasi dengan tekanan penuh dan dilengkapi dengan filter. Ada juga
mekanisme ini yang menggunakan gigi reduksi ganda untuk menyerap beban torsi
yang tinggi, ada pula yang menggunakan gigi planetari agar beban
dapat "menyebar". Biasanya gigi-gigi tersebut dibuat dari baja nikel
tuang.
e. Kopling setir multi
piringan didinginkan dengan ali, dioperasikan dengan sistim hidrolis, begitu
pula kampas remnya. Untuk memudahkan operasi, mekanisme untuk pengendalian
kopling setir dan rem digunakan handel-handel dengan tangan.
Semua komponen tersebut akan
mengalirkan tenaga dari mesin. oleh sebab itu, komponen – komponen tersebut
tidak boleh sembarangan diganti. Sebagai komponen akhir sistem penggerak alat
berat ialah roda. Di alat berat bulldozer komatsu ini menggunakan track shoe.
Alat berat dengan track shoe memiliki power mesin yang lebih besar karena
digunakan di area medan kerja yang ekstrim seperti tanah hingga bebatuan. Tak
hanya itu, penggunaan mesin bertenaga besar dikarenakan alat berat sendiri
memiliki berat bodi yang besar sehingga dibutuhkan tenaga lebih untuk
menggerakkannya.
Berikut pelumas yang di butuhkan
untuk perawatan pemindah daya pada alat berat
1. Pelumas dengan klasifikasi API GL-5
adalah pelumas khusus yang diformulasikan untuk penggunaan pada axle/gardan.
2. Pelumas dengan klasifikasi API GL-4
adalah pelumas khusus yang diformulasikan untuk penggunaan pada gearbox/ roda
gigi.



